Abstract
Sarung adalah produk utama industri tekstil Majalaya yang sempat populer di seluruh Indonesia serta beberapa negara Asia. Sistem maklun yang dijalankan para perintis industri tekstil generasi pertama dalam proses bisnisnya menyebabkan mereka tidak mampu bertahan dari penetrasi pasar, sedangkan identitas motif lokal sarung Majalaya semakin terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif-motif lokal yang muncul di kalangan produsen sarung pada tahun 1930-1970. Metode kualitatif dengan pendekatan folklor non-lisan ditempuh untuk menggali kenangan masa lalu mengenai motif-motif lokal Majalaya dan dituangkan dalam rekonstruksi visual yang bersifat re-kreasi berdasarkan penuturan narasumber. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya motif poléng sebagai motif lokal yang pernah muncul di Majalaya tahun 1930-1970 dengan nomenklatur variasi sarung poléng Majalaya yakni: poléng camat, poléng haji, poléng totog, poléng bolégbag, poléng taliktik, poléng namicalung. Motif poléng merupakan aplikasi dari motif dasar desain struktur yang termasuk kedalam kategori garis dan kotak- kotak. Kategori motif dasar desain struktur yang digunakan di Majalaya pada masa tersebut antara lain kategori desain kotak yang dibentuk dari garis benang, desain garis horisontal, desain kotak teratur, dan desain plaid. Rekonstruksi visual melalui folklor non-lisan dapat diaplikasikan untuk pengungkapan motif lokal yang tidak tersedia sumber visualnya.
Cite
CITATION STYLE
Oktaviani, E., Sachari, A., & Setiawan, P. (2017). IDENTIFIKASI MOTIF LOKAL SARUNG MAJALAYA GENERASI PERTAMA. Arena Tekstil, 31(2). https://doi.org/10.31266/at.v31i2.1639
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.