Tipologi Bangunan Bekas Rumah Tinggal Tentara Kolonial Belanda di Kawasan Bintaran, Yogyakarta

  • Munawarah Panggabean S
  • Ari Utari S
  • Sani Roychansyah M
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang dikunjungi oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Dengan kolonialisasi itu, pemukiman Belanda di Indonesia tidak hanya membawa perubahan sosial dan budaya tetapi juga membawa gaya arsitektur yang berbeda ke arsitektur rumah-rumah tinggal di Yogyakarta. Keunikan ini juga merupakan proses kombinasi konsep bangunan dan adaptasi dengan kenyamanan dan budaya lokal di Indonesia. Meskipun era kolonial telah berlalu lebih dari seabad, tetapi harus diperbaiki, warisan bangunan kolonial masih sangat penting khususnya untuk kota Yogyakarta. Terkait dengan pelestarian nilai dan identitas ini, kesepakatan mengenai bangunan kolonial penting untuk dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi dan karakteristik elemen fasad yang digunakan di Rumah Tinggal Tentara Kolonial di Bintaran, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan melalui kategorisasi elemen fasad, seperti jenis atap, kolom, jendela dan pintu. Hasil penelitian ini menunjukkan elemen fasade yang paling banyak digunakan adalah atap Limasan, kolom beton segi empat tanpa ornamen, pintu kayu krepyak dan jenis jendela kaca.

Cite

CITATION STYLE

APA

Munawarah Panggabean, S., Ari Utari, S., & Sani Roychansyah, M. (2020). Tipologi Bangunan Bekas Rumah Tinggal Tentara Kolonial Belanda di Kawasan Bintaran, Yogyakarta. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 9(1), 15–19. https://doi.org/10.32315/jlbi.v9i1.96

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free