Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru PAUD di Kutai Kartanegara terhadap penggunaan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD di Kutai Kartanegara memiliki pandangan positif terhadap penggunaan teknologi AI, terutama dalam mendukung pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan interaktif. Beberapa aplikasi AI yang digunakan, seperti platform pembelajaran adaptif (misalnya Khan Academy Kids, ABC Mouse) dan asisten virtual (Google Assistant, Alexa), terbukti memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar anak. Namun, tantangan utama yang dihadapi termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi, keterampilan teknis guru, dan sumber daya finansial yang terbatas. Meskipun demikian, mayoritas guru menunjukkan sikap positif terhadap teknologi ini dan siap untuk mengadopsinya jika diberikan pelatihan dan dukungan yang memadai. Penelitian ini menyarankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyediakan pelatihan dan fasilitas teknologi untuk memastikan penerapan AI yang efektif dalam pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, AI diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar anak tanpa mengesampingkan kebutuhan sosial dan emosional merekaThis study AIms to explore the perceptions of early childhood education (PAUD) teachers in Kutai Kartanegara regarding the use of artificial intelligence (AI)-based learning technology. Using a descriptive qualitative approach, the research gathered data through in-depth interviews and participatory observations. The findings show that PAUD teachers in Kutai Kartanegara have a positive view of the use of AI technology, especially in supporting more personalized, adaptive, and interactive learning. Several AI applications, such as adaptive learning platforms (e.g., Khan Academy Kids, ABC Mouse) and virtual assistants (e.g., Google Assistant, Alexa), have proven to offer significant benefits in enhancing children's engagement and learning experiences. However, key challenges include limited technological infrastructure, teachers' technical skills, and financial resources. Despite these challenges, most teachers express a positive attitude towards AI and are willing to adopt it if provided with adequate training and support. This study suggests the need for collaboration between the government, educational institutions, and the community to provide training and technological facilities to ensure the effective implementation of AI in early childhood education. Thus, AI is expected to enrich children's learning experiences without overlooking their social and emotional needs
Cite
CITATION STYLE
Riana, L. W., Amalia, S., & Annisa, N. N. (2025). Persepsi Guru PAUD Terhadap Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Untuk Anak Usia Dini. JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI, 7(01), 10–17. https://doi.org/10.53863/kst.v7i01.1498
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.