Aspek Patofisiologi Meningitis Tuberkulosis dan Tuberkuloma

  • Iswari P
  • Ni Putu Visty Widhiani
  • Shalsa Damai Akelba
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
163Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksius dengan tingkat mortalitas yang tinggi meskipun untuk penyebarannya dapat dicegah. TB dapat menimbulkan komplikasi lain salah satunya adalah meningitis TB. Mekanisme penyebaran bakteri TB melalui pembuluh darah ke organ lain dipengaruhi oleh sistem imun. Bakteri TB menggunakan mekanisme “trojan horse” untuk masuk ke blood brain barrier (BBB). Pada sistem saraf pusat, terdapat aktivitas imun yang akan melawan bakteri TB dan membentuk tuberkuloma atau rich foci. Apabila rich foci ini ruptur, bakteri TB akan dilepaskan ke ruang subarachnoid atau sistem ventrikel menyebabkan terjadinya meningitis TB

Cite

CITATION STYLE

APA

Iswari, P. W. P., Ni Putu Visty Widhiani, Shalsa Damai Akelba, Tri Sastra Pradhini, Herpan Syafii Harahap, Safat Wahyudi, & Stephanie Elizabeth Gunawan. (2023). Aspek Patofisiologi Meningitis Tuberkulosis dan Tuberkuloma. Unram Medical Journal, 12(3), 262–268. https://doi.org/10.29303/jku.v12i3.969

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free