Abstract
Kelurahan Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, memiliki potensi besar dalam pengembangan usahatani nanas karena kondisi lahan yang mendukung. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, seperti minimnya manajemen usaha, penggunaan teknologi yang masih sederhana, serta fluktuasi harga pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usahatani nanas serta merumuskan strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 30 petani nanas yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor faktor kekuatan (2,33) lebih tinggi dibanding kelemahan (0,61), serta skor peluang (2,65) lebih besar dari ancaman (0,48), menempatkan usaha tani ini dalam kondisi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Faktor utama yang mendukung adalah tersedianya benih, kemudahan budidaya, dan pengalaman petani, sementara tantangan terbesar adalah kurangnya manajemen keuangan dan belum adanya kelompok tani. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi produk olahan, penguatan manajemen usaha tani, pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk promosi, serta kemitraan dengan pemerintah dan lembaga pemasaran. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha tani nanas.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, W., Handayani, L., & Pakpahan, S. (2025). Development of pineapple (Ananas comosus) farming based on SWOT analysis: a case study in Baamang Hulu Village, Kotawaringin Timur Regency. AGRICOLA, 15(1), 73–81. https://doi.org/10.35724/ag.v15i1.6637
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.