Abstract
Akal (‘aql) yang memiliki kesatuan dengan organ otak menjadi satu-satunya organ biologis yang hanya terdapat di manusia. Di dalam al-Qur’an telah banyak menyebutkan ayat-ayat yang berkaitan dengan aktivitas akal yang mana ayat-ayat al-Qur’an yang menyebut tentang akal dapat dijumpai pada istilah yang berkaitan dengan aktivitas otak. Akan tetapi di dalam praktiknya, pendidikan masih terkungkung pada budaya stigma sempit bahwa otak dan akal hanya diukur dengan skala kecerdasan numerik semata. Sehingga ketersediaan ayat-ayat mengenai akal perlu dikaji karena adanya hubungan yang relevan dengan aktifitas otak sehingga dalam tulisan ini berusaha untuk mendeksripsikan secara mendalam mengenai makna ayat-ayat al-Qur’an tentang neurosains yang menyebutkan mengenai akal (‘aql) untuk kemudian diintegrasikan dalam bidang pendidikan Islam. Adapun metode penulisan ini bersifat kualitatif dengan model penelitian pustaka (library research). Penelitian ini menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i) berdasarkan perspektif tafsir Ath-Thabari. Pengambilan data bersumber dari literature yang berasal dari buku, jurnal dan lainnya yang berhubungan dengan topik tafsir, neurosains dan pendidikan. Hasil dari penelitian ini, ayat-ayat Al-Qur’an seputar akal dapat ditemukan dalam istilah-istilah yang ditentukan aktivitas otak salah saunya tafakkur yang termaktub dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 219. Dalam tafsir ath-Thabari, ayat ini menjelaskan untuk bertafakur atau memikirkan kembali atas segala amal perbuatan baik yang dilakukan seseorang, hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah, bukan yang lainnya. Peran pendidik juga perlu berperan lebih dalam menjaga fitrah berpikir manusia di tengah era Artificial Intelligence (AI).The mind ('aql) which is united with the brain organ is the only biological organ found only in humans. In the Qur'an, there are many verses related to the activity of the mind, where the verses in the Qur'an that mention the mind can be found in terms related to brain activity. However, in practice, education is still confined to a narrow culture of stigma that the brain and mind are only measured using a numerical intelligence scale. So the availability of verses regarding reason needs to be studied because there is a relevant relationship with brain activity, so in this paper we try to describe in depth the meaning of verses in the Qur'an about neuroscience which mention reason ('aql) to then be integrated into field of Islamic education. This writing method is qualitative with a library research model. This research uses a thematic approach (maudhu'i) based on the perspective of Ath-Thabari interpretation. Data collection comes from literature from books, journals and others related to the topics of interpretation, neuroscience and education. The results of this research, verses from the Qur'an regarding reason can be found in terms determined by brain activity, one of which is tafakkur as stated in Q.S. Al-Baqarah verse 219. In ath-Thabari's interpretation, this verse explains that to meditate or think again about all the good deeds one does, it should be intended to seek Allah's approval, not anything else. The role of educators also needs to play a greater role in maintaining the nature of human thinking in the midst of the Artificial Intelligence (AI) era.
Cite
CITATION STYLE
Rizma, R. S., & Yusuf, E. B. (2024). Konsep Akal Dalam Neurosains Dan Korelasinya Terhadap Pendidikan Di Era Artificial Intelligence (Perspektif Tematik Tafsir Ath-Thabari). Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 7(2), 267–278. https://doi.org/10.35132/albayan.v7i2.734
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.