BERTAHAN MELALUI PERBUDAKAN: Sejarah Alternatif Tanah Merah

  • Ahmad T
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pergeseran politik dari rezim orde baru ke era reformasi pada dasarnya telah memberi ruang gerak lebih luas kepada ilmuwan sosial terutama sejarawan untuk melakukan berbagai penelitian, termasuk tema penelitian yang secara politik sensitif pada masa orde baru. Sejarah tahanan politik yang dilihat dari berbagai perspektif di berbagai daerah mulai mendapat perhatian dan pelan-pelan menjadi alternatif dari sejarah orde baru cendrung militeristik. Sejarah dari mereka yang tidak memiliki sejarah (people without history) pada masa orde baru telah mendapat ruang di era reformasi. Tukisan ini mencoba menganalisis sejarah alternatif Tanah Merah (Mongcongloe, Sulawesi Selatan). Melalui pengalaman sehari-hari (daily experiences) masyarakat tahanan politik dalam kamp pengasingan yang mencoba bertahan hidup di bawah perbudakan militer, artikel ini menangkap trayektori sejarah dari proses dialektika antara kontrol militer orde baru di kamp tahanan Tanah Merah dengan respon yang diberikan oleh masyarakat tahanan politik selama 1965-1978. Ada interelasi hubungan yang dinamis, berfluktiatif, saling memberi pengaruh dari satu periode ke periode lainnya antara kontrol militer dengan respon masyarakat tahanan politik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ahmad, T. (2016). BERTAHAN MELALUI PERBUDAKAN: Sejarah Alternatif Tanah Merah. Al-Qalam, 19(1), 11. https://doi.org/10.31969/alq.v19i1.224

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free