Abstract
Diabetes Mellitus merupakan penyakit tidak menular dimana insulin tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pancreas ditandai dengan hiperglikemia. Glibenklamid dan Glimepirid ialah obat antidiabetes golongan Sulfonilurea. Untuk analisis penggunaan obat Glibenklamid dan Glimepirid di Puskesmas Sekupang pada tahun 2020 menggunakan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian bersifat deskriptif retrospektif serta pengambilan data dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan metode ATC/DDD. Hasil DDD/1000 KPRJ/Hari Glibenklamid 5 mg tertinggi pada bulan April 10,29 mg, dan terendah pada bulan Februari 0,57 mg. Dengan rata-rata satu tahun 2,97 mg. Hasil DDD/1000 KPRJ/Hari Glimepirid 2 mg tertinggi pada bulan Februari 16,80 mg, dan terendah pada bulan Juni 2,79 mg. Dengan rata-rata satu tahun sebesar 6,77 mg. Hasil DDD/1000 KPRJ/Hari Glimepirid 4 mg tertinggi pada bulan Oktober 23,48 mg, dan terendah pada bulan Januari 3,45 mg. Dengan rata-rata satu tahun sebesar 13,15 mg. nilai DDD rata-rata satu tahun Glibenklamid 5 mg tidak melebihi nilai DDD WHO sebesar 10 mg sehingga dapat disimpulkan penggunaan Glibenklamid belum banyak di masyarakat. Untuk Glimepirid 2 mg da 4 mg nilai DDD yang didapatkan melebihi nilai DDD WHO yaitu sebesar 2 mg sehingga dapat disimpulkan Glimepirid banyak digunakan dimasyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Elva Asmiati, Kusuma, S. N. A., Hidayati, I. R., & Atmadani, R. N. (2022). ANALISIS PENGGUNAAN GLIBENKLAMID DAN GLIMEPIRID BERDASARKAN PERESEPAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD). JOURNAL OF PHARMACY SCIENCE AND TECHNOLOGY, 3(1), 172–180. https://doi.org/10.30649/pst.v3i1.32
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.