Abstract
Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Jawa Barat. Lokasi yang berada di kaki Gunung Puntang menjadikan wilayah ini di dominasi dengan pertanaman kopi. Proses produksi biji kopi juga berdampak terhadap akumulasi jumlah limbah kopi dikarenakan setengah bagian dari buah kopi kebanyakan tidak dimanfaatkan sebagai produk komersial. Pengabdian masyakarat berupa pengolahan limbah kulit kopi dibutuhkan sebagai penanganan masalah limbah kopi dan meningkatkan nilai tambahnya. Salah satu produk turunan yang mulai diminati dari kulit kopi adalah teh kulit kopi atau cascara. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Januari 2023 hingga Maret 2023 di petani kopi rakyar Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Metode pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa tahapan yaitu survey wilayah, pembuatan demplot produk, penyuluhan dan evaluasi. Hasil survey wilayah menunjukan potensi yang besar pada wilayah tersebut untuk mengolah limbah kopi sebagai cascara. Berdasarkan hasil pre-test menunjukan petani kopi belum mengetahui terkait cascara dan kebermanfaatannya. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhan para petani menjadi mengerti dan tertarik untuk mengembangkan produk cascara sebagai salah satu pemanfaatan limbah kopi yang komersial. Kata Kunci: Teh kulit kopi, Banjaran, Petani kopi, Limbah
Cite
CITATION STYLE
Maxiselly, Y., Sari, D. N., Bakti, C., & Dewi Anjarsari, I. R. (2023). PENGELOLAAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI PRODUK TEH (CASCARA) BERNILAI TINGGI DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT KABUPATEN BANDUNG. Jurnal Kajian Budaya Dan Humaniora, 5(2), 194–198. https://doi.org/10.61296/jkbh.v5i2.130
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.