Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui retensi dan penetrasiempat kayu komersial Indonesia, yaitu meranti merah, kempas, mindi danjaran, yang diawetkan dengan proses cold dipping menggunakan 7% air yang ditanggungpengawet (Impralit CKB) dengan durasi 7 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata retensi, dan boron danpenetrasi tembaga dari spesies-spesies di atas selanjutnya adalah meranti (6,44kg / m3; 44,65%; 0%,), kempas (6,56 kg / m3; 53,04%; 21,21%), mindi (4,06kg / m3; 61,25%; 47,92%) dan jaran (16,71 kg / m3; 70,21%; 75,76%). Inimenunjukkan bahwa kayu jaran yang diawetkan dengan celupan dingin dapat digunakan untuk outdoorkonstruksi, sementara kempas dan mindi yang dirawat dengan perendaman dingin dapat digunakanuntuk konstruksi yang digunakan di bawah atap tanpa kontak tanah. Meranti merahtreatability sangat resisten, jadi harus diawetkan dengan metode lain.
Cite
CITATION STYLE
Bachtiar, G. (2007). PENGAWETAN BEBERAPA JENIS KAYU DENGAN PROSES RENDAMAN DINGIN. Menara: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 8. https://doi.org/10.21009/jmenara.v2i1.7877
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.