Abstract
Pendahuluan. Ekstrak teh hijau (senyawa polifenol/katekin) terbukti secara in vitro memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Aktivitas fisik submaksimal merupakan salah satu penyebab peningkatan radikal bebas. Peningkatan radikal bebas dapat dideteksi dengan peningkatan MDA yaitu produk akhir dari peroksidasi lemak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek suplementasi antioksidan ekstrak teh hijau terhadap radikal bebas yang ditimbulkan oleh aktivitas fisik submaksimal dengan mengukur kadar MDA plasma. Metode. Uji double blind control trial dilakukan pada 20 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Malang dengan aktivitas fisik submaksimal yaitu lari 1.500 m dalam 12 menit menggunakan mesin treadmill. Subjek terbagi atas dua kelompok: kelompok ekstrak teh hijau (250 mg) dan kontrol (plasebo). Suplemen diberikan satu kapsul per hari selama 14 hari sebelum aktivitas fisik submaksimal. Kadar MDA plasma diambil sebelum aktivitas submaksimal, serta 2 jam dan 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal. Analisis hasil penelitian menggunakan uji ANOVA dan post hoc dengan Tukey. Penelitian telah dinilai layak secara etik oleh tim Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Hasil. Pada kelompok kontrol, rerata kadar MDA plasma kondisi basal, 2 jam dan 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal secara berturut-turut yaitu 52,43 nmol/ml (simpang baku [SB] 12,52 nmol/ml), 55,57 nmol/ml (SB 13,84 nmol/ml), dan 63,86 nmol/ml (SB 12,17 nmol/ml). Namun demikian, peningkatan tersebut tidak bermakna secara statistik (p=0,158). Pada kelompok perlakuan, terdapat penurunan kadar MDA plasma yang bermakna saat 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal dari kondisi basal dengan rerata kadar MDA pada basal dan 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal secara berturut-turut yaitu 36,14 nmol/ml (SB 5,88 nmol/ml) dan 19,86 nmol/ml (SB 8,92 nmol/ml) (p<0,001). Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar MDA plasma antara kedua kelompok saat basal, serta 2 jam dan 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal dengan nilai p secara berturut-turut yaitu 0,012; <0,001, dan <0,001. Simpulan. Ekstrak teh hijau dapat menurunkan kadar MDA plasma basal, 2 jam, dan 48 jam setelah aktivitas fisik submaksimal.
Cite
CITATION STYLE
Arsana, P. M., Sasiarini, L., & Nugraha, B. E. (2019). Pengaruh Suplementasi Ekstrak Teh Hijau terhadap Kadar Malondialdehid Plasma pada Individu dengan Aktivitas Fisik Submaksimal, Double-Blind and Placebo-Controlled Trials. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(1), 23. https://doi.org/10.7454/jpdi.v6i1.251
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.