Abstract
Tinea pedis merupakan penyakit menular akibat infeksi jamur dan sering dialami oleh para pengungsi, karena keterlambatan pengobatan disaat bencana banjir. Kelurahan Sungai Lulut merupakan wilayah terbesar, yang terdampak bencana banjir di kota Banjarmasin pada Januari 2021. Banyak pengungsi dari wilayah ini mengalami kelainan tinea pedis, sehingga diperlukan pengetahuan pada masyarakat untuk mengenali dan memanfaatkan tanaman-tanaman berkhasiat obat, yang ada di lingkungan masyarakat bantaran sungai dan di wilayah rawan banjir. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan penyuluhan tentang jenis herbal dan pemanfaatannya untuk mencegah penyakit tinea pedis pada masyarakat di Kelurahan Sungai Lulut. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara luring dengan mitra sasaran adalah ibu-ibu rumah tangga. Evaluasi dinilai berdasarkan jawaban pada kuosioner sebelum dan sesudah kegiatan PKM. Hasil kegiatan, didapatkan lebih dari 90% mitra sasaran dapat mengenali jenis herbal yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tinea pedis. Kesimpulan kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan mitra sasaran dalam mengenali dan memanfaatkan jenis herbal untuk mencegah penyakit tinea pedis. Diharapkan pada mitra sasaran yang telah mendapat penyuluhan dapat mempraktekkannya, serta kegiatan serupa dapat dikembangkan lebih lanjut pada masyarakat lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Budiarti, L. Y., Kaidah, S., Khatimah, H., & Widyamala, E. (2021). Penyuluhan Pemanfaatan Herbal Pencegah Tinea Pedis Pada Masyarakat di Wilayah Rawan Banjir. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 4, 514–521. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0.1170
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.