Evaluasi Konfigurasi Spasial pada Fasilitas Umum di Rumah Susun Pekunden Semarang Menggunakan Pendekatan Space Syntax

  • Hasna Salsabila Mumtaz
  • Sudarwanto B
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Rusun Pekunden merupakan salah satu program penanganan kumuh di pusat kota yang dilakukan pemerintah Kota Semarang pada tahun 1990-1992. Sebagai rusun tertua di Kota Semarang, Rusun Pekunden telah mengalami banyak penurunan kualitas dan alih fungsi pada fasilitas-fasilitas umumnya. Isu-isu yang muncul ini perlu dievaluasi, sehingga Rusun Pekunden kembali sesuai dengan tujuan perancangannya sebagai rumah susun yang tidak hanya tempat bernaung, namun juga mampu mewadahi kebutuhan sosial dan ekonomi para penghuninya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode space syntax dalam mengevaluasi konfigurasi spasial pada fasilitas-fasilitas umum di Rusun Pekunden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan spasial. Aplikasi DepthMapX digunakan untuk menganalisis nilai konektivitas, aksesibilitas, dan visibilitas pada fasum. Visibility graph analysis dipilih karena mampu menyajikan data terkait bagaimana ruang dapat terlihat dan diakses oleh pengguna dari berbagai titik dalam konfigurasi ruang tertentu. Konfigurasi ruang komunal pada Rusun Pekunden kurang optimal dari aspek konektivitas, aksesibilitas, dan visibilitas. Perancangan fasilitas umum di Rusun Pekunden akan lebih baik apabila berada di lantai dasar, hal ini diperkuat oleh nilai integrasinya yang tertinggi di seluruh kawasan rusun. Area sirkulasi dari Rusun Pekunden menuju dan ke Taman Pekunden, serta area parkir yang berdekatan dengan Rumah Pintar, memiliki nilai integrasi yang tinggi, sehingga sangat cocok difungsikan sebagai area komunal serta titik kumpul dalam mitigasi bencana.Pekunden Vertical Housing is one of the urban slum upgrading programs initiated by the City of Semarang between 1990 and 1992. As the oldest public housing complex in Semarang, it has experienced significant deterioration and changes in the function of its public facilities over time. These emerging issues need to be evaluated to ensure that Pekunden Vertical Housing can be realigned with its original design objectives—not only as a place of shelter, but also as a space that supports the social and economic needs of its residents. This study aims to apply the space syntax method to evaluate the spatial configuration of public facilities within Pekunden Vertical Housing. A quantitative approach with a spatial focus was adopted, utilizing DepthMapX to analyze connectivity, accessibility, and visibility values. Visibility Graph Analysis (VGA) was selected for its ability to provide insights into how spaces are perceived and accessed from various points within the spatial configuration. The results reveal that the communal spaces within Pekunden Vertical Housing are suboptimal in terms of connectivity, accessibility, and visibility. The public facilities located on the ground floor demonstrate the highest integration values across the complex. In particular, the circulation paths leading to and from Taman Pekunden, as well as the parking area adjacent to Rumah Pintar, have high integration values, making them highly suitable for communal functions and as gathering points for disaster mitigation.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasna Salsabila Mumtaz, & Sudarwanto, B. (2025). Evaluasi Konfigurasi Spasial pada Fasilitas Umum di Rumah Susun Pekunden Semarang Menggunakan Pendekatan Space Syntax. Nature: National Academic Journal of Architecture, 12(1), 65–76. https://doi.org/10.24252/nature.v12i1a5

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free