Daya Narasi Ruang Ide dalam Novel dan Ruang Gerak pada Film (Perbandingan Novel dan Film Dilan 1990)

  • Sugiyanto B
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Narasi dalam setiap medium komunikasi memiliki karakteristik yang berbeda. Jika pada medium cetak menggunakan aspek verbal, pada medium film akan menggunakan aspek visual. Claude Bremond menjelaskan proses perpindahan novel ke dalam film memang dapat dilakukan, tetapi aspek narasi yang utuh hanyalah aspek cerita saja. Lalu, menjadi pertanyaan penting dalam artikel ini untuk melihat daya narasi manakah yang khas dari kedua medium tersebut. Pemilihan objek materiil pada novel dan film Dilan 1990 disebakan untuk mecari komparasi adegan yang seimbang. Mengingat filmnya sendiri adalah hasil konversi dari novel. Hasil pembahasan menunjukan daya narasi novel untuk menggiring pembacanya pada pemahaman ruang ide tokoh-tokohnya, sedangkan film memiliki daya narasi pada ruang gerak yang sifatnya simultan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sugiyanto, B. A. W. (2020). Daya Narasi Ruang Ide dalam Novel dan Ruang Gerak pada Film (Perbandingan Novel dan Film Dilan 1990). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.24076/pikma.2018v1i1.382

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free