Abstract
Narasi dalam setiap medium komunikasi memiliki karakteristik yang berbeda. Jika pada medium cetak menggunakan aspek verbal, pada medium film akan menggunakan aspek visual. Claude Bremond menjelaskan proses perpindahan novel ke dalam film memang dapat dilakukan, tetapi aspek narasi yang utuh hanyalah aspek cerita saja. Lalu, menjadi pertanyaan penting dalam artikel ini untuk melihat daya narasi manakah yang khas dari kedua medium tersebut. Pemilihan objek materiil pada novel dan film Dilan 1990 disebakan untuk mecari komparasi adegan yang seimbang. Mengingat filmnya sendiri adalah hasil konversi dari novel. Hasil pembahasan menunjukan daya narasi novel untuk menggiring pembacanya pada pemahaman ruang ide tokoh-tokohnya, sedangkan film memiliki daya narasi pada ruang gerak yang sifatnya simultan.
Cite
CITATION STYLE
Sugiyanto, B. A. W. (2020). Daya Narasi Ruang Ide dalam Novel dan Ruang Gerak pada Film (Perbandingan Novel dan Film Dilan 1990). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.24076/pikma.2018v1i1.382
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.