Perubahan Sosial pada Tradisi Gotong Royong Masyarakat Petani di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes

  • Ziadatulkhoeriyah
  • Agustinus Sugeng Priyanto
N/ACitations
Citations of this article
60Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gotong-royong merupakan tradisi yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Di Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, tradisi ini menjadi simbol solidaritas dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di kalangan petani. Namun, modernisasi dan perkembangan teknologi pertanian telah membawa perubahan sosial yang signifikan terhadap tradisi gotong-royong ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi pada tradisi gotongroyong di Desa Sigentong, serta menganalisis dampaknya, baik dari segi sosial, budaya, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, dan petani setempat yang memiliki pengalaman langsung dengan tradisi gotong-royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial pada tradisi gotong-royong di Desa Sigentong disebabkan oleh beberapa faktor, seperti modernisasi teknologi pertanian, pergeseran nilai-nilai budaya, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Tradisi yang sebelumnya mengandalkan kerja sama kolektif secara manual dalam aktivitas pertanian, seperti menanam dan memanen padi, kini mulai tergantikan oleh penggunaan mesin dan tenaga kerja individual.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ziadatulkhoeriyah, & Agustinus Sugeng Priyanto. (2025). Perubahan Sosial pada Tradisi Gotong Royong Masyarakat Petani di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Unnes Civic Education Journal, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.15294/ucej.v10i1.20496

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free