Pendugaan Mineralisasi Emas Menggunakan Metode Magnetik di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat

  • Firmansyah F
  • Budiman A
N/ACitations
Citations of this article
70Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pendugaan mineralisasi emas di Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode magnetik dengan tahapan yaitu akuisisi data lapangan, pengolahan data dan interpretasi data. Alat yang digunakan adalah Earth Magnetometer EM2 (Microteslas) AlphaLab.Inc. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat peta kontur adalah software Surfer 11 dan pemodelan 2D menggunakan software Mag2dc. Pengukuran medan magnetik dilakukan pada 50 titik pengamatan dengan luas daerah 670 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan mineral pembawa emas yaitu pirit dengan suseptibilitas magnetik 0.000035 – 0.005 SI, kalkopirit dengan suseptibilitas magnetik 0.000023 – 0.0004 SI, troilit dengan suseptibilitas magnetic 0.00061 – 0.0017 SI, pirhotit dengan suseptibilitas magnetik 0.00046 – 1.4 SI, dan siderit dengan suseptibilitas magnetik 0.0013 – 0.011 SI merupakan mineral sulfida magmatik yang terdapat dalam batuan metamorf dan sedimen. Disamping itu mineral emas juga berasosiasi dengan mineral magnetic yaitu batuan beku (intrusi) yaitu porfiri dengan suseptibilitas magnetik 0.00025 – 0.21 SI. Zona mineralisasi emas diperkirakan terletak pada kedalaman 5 meter sampai dengan 35 meter di bawah permukaan tanah.Kata kunci: Metode magnetik, mineralisasi emas, suseptibilitas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firmansyah, F., & Budiman, A. (2019). Pendugaan Mineralisasi Emas Menggunakan Metode Magnetik di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat. Jurnal Fisika Unand, 8(1), 77–83. https://doi.org/10.25077/jfu.8.1.77-83.2019

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free