MEDIA SOSIAL DAN EKSISTENSI REMAJA

  • Andary R
  • Khairullah K
N/ACitations
Citations of this article
122Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada umumnya, generasi milenial saat ini memang sangat menggandrungi media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi antar sesama, dan mencari informasi. Tak jarang pula, generasi milenial yang mayoritas terdiri dari para remaja ini terperangkap dalam budaya memproduksi konten yang menyalah. Hal ini terlihat dari perilaku sebagian mereka yang kerap mengunggah konten-konten pamer harta kekayaan, mengandung unsur semi pornografi, dan sebagainya yang tidak memiliki sedikit pun nilai edukasi dan motivasi di dalamnya. Abraham Maslow dalam Hierarki Kebutuhan Manusia memang pernah memerinci, bahwa salah satu kebutuhan dasar manusia adalah eksistensi diri. Seperti kebutuhan akan pengakuan dari orang lain dan lingkungan sekitar, bahwa dirinya tidak sekadar ada dan bernafas, tapi memang menarik untuk diikuti, disukai dan dikomentari gaya hidupnya. Terlebih pada era digital seperti sekarang ini, dimana remaja dapat mengekspresikan dirinya di mana pun dan kapan pun hanya dengan gawai, media sosial dan internet. Oleh karena itu, penelitian ini coba untuk merekonstruksi ulang pemanfaatan media sosial di kalangan remaja dalam artian yang positif. Penelitian ini berfokus pada penggunaan jenis media sosial TikTok. Baik itu pada aspek pengetahuan, sikap dan perilaku remaja dalam menghadirkan konten yang lebih informatif, edukatif, serta hiburan yang sehat, sehingga kreativitas dan produktivitas mereka dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang menontonnya

Cite

CITATION STYLE

APA

Andary, R. W., & Khairullah, K. (2023). MEDIA SOSIAL DAN EKSISTENSI REMAJA. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(3), 843–850. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i3.676

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free