PENGARUH PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN MUTU BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) YANG DITANAM DI LAHAN SAWAH PADA MUSIM KEMARAU

  • Agustiansyah A
  • Ermawati E
  • Pramono E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dosis pupuk fosfat yang optimum untuk  tiga (3) varietas kedelai dalam pertumbuhan, produksi, dan mutu benih, (2) mengetahui interaksi antara peningkatan pupuk fosfat dan tiga varietas kedelai terhadap pertumbuhan, produksi, dan mutu benih yang ditanam pada lahan sawah Juli–September 2017.  Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (3x5).  Faktor pertama adalah tiga varietas kedelai (Anjasmoro, Grobogan, Burangrang), faktor kedua adalah  lima taraf pemupukan SP-36 (0, 100, 150, 200, dan 250 kg/ha).  Pemisahan nilai tengah menggunakan teknik Uji Perbandingan Orthogonal.   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dosis SP-36 yang memberikan hasil maksimum Varietas Grobogan 193–200 kg/ha, Anjasmoro 182–189 kg/ha; dan Burangrang 159–164 kg/ha. Pertumbuhan, produksi dan mutu benih ketiga varietas berbeda. Varietas Grobogan lebih baik daripada varietas Anjasmoro dan Burangrang yang ditunjukkan oleh laju pengisian biji, dan bobot 100 butir. Varietas Anjasmoro lebih baik daripada Burangrang ditunjukkan daun trifoliat dan jumlah biji.  Pertumbuhan dan mutu benih ketiga varietas tidak berbeda pada variabel tingkat kehijauan daun, daya berkecambah, dan kecepatan berkecambah. Sementara itu pemupukan SP-36 optimum menghasilkan produksi dari Varietas Grobogan lebih baik daripada Varietas Anjasmoro dan Burangrang ditunjukkan pada bobot biji pertanaman dan hasil benih.  Varietas Anjasmoro lebih baik daripada Burangrang dalam meningkatkan bobot kering berangkasan, luas daun, jumlah polong, dan jumlah biji.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agustiansyah, A., Ermawati, E., Pramono, E., & Wibowo, A. T. (2020). PENGARUH PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN MUTU BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) YANG DITANAM DI LAHAN SAWAH PADA MUSIM KEMARAU. Jurnal Agrotek Tropika, 8(1), 55. https://doi.org/10.23960/jat.v8i1.3682

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free