Abstract
Minyak atsiri biji pala berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi dan antiinflamasi. Belum diketahui keamanan penggunaan minyak atsiri biji pala sebagai obat sehingga perlu dilakukan uji keamanan yaitu uji toksisitas akut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan minyak atsiri biji pala serta mengetahui nilai LD50, pengaruh terhadap berat badan, perubahan perilaku dan makropatologi organ mencit. Isolasi minyak atsiri biji pala menggunakan metode destilasi uap. Minyak atsiri biji pala dianalisis menggunakan GS-MS. Uji toksisitas akut pada penelitian ini menggunakan metode fixed dose. Hewan uji yang digunakan 30 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok uji, yaitu kelompok kelompok plasebo dan kelompok perlakuan yang diberi minyak atsiri biji pala dosis 5, 50, 300, 2000 dan 5000 mg/KgBB. Parameter pengamatan hewan uji meliputi gejala toksik, berat badan, serta makropatologi organ. Metode analisis yang digunakan adalah one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Tukey.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian minyak atsiri biji pala tidak menyebabkan efek toksik yang bermakna tetapi dapat mempengaruhi berat badan mencit. Pengamatan organ mencit secara makropatologi pada semua kelompok terlihat normal dan tidak ada kerusakan organ mencit yang diakibatkan dari pemberian sediaan uji. LD50 minyak atsiri biji pala adalah semu ≥ 5000 mg/KgBB termasuk klasifikasi praktis tidak toksik
Cite
CITATION STYLE
Majid, G. A., Keswara, Y. D., & Ansory, H. M. (2023). Pengujian Toksisitas Akut Minyak Atsiri Biji Pala pada Mencit Jantan (Mus musculus). Jurnal Farmasi Indonesia, 20(2), 149–163. https://doi.org/10.31001/jfi.v20i2.2263
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.