Pengembangan Metode Uji Tetrazolium dengan Sensor Infra red sebagai Uji Viabilitas pada Benih Kacang Tanah (Arachis hypogea L.)

  • Widajati E
  • Ansella Y
  • Dahlan A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengujian viabilitas benih menggunakan uji tetrazolium merupakan salah satu metode penentuan viabilitas benih dengan mengevaluasi tingkat warna merah yang terbentuk pada benih. Warna merah terbentuk dari aktivitas enzim dehidrogenase pada siklus trichloroacetic acid. Penentuan tingkat warna merah pada benih ini dapat menggunakan alat sensor infra red. Penelitian ini bertujuan menguji alat sensor infra red untuk menentukan intensitas warna secara kuantitatif dalam uji tetrazolium serta menentukan korelasi alat sensor infra red dengan pengujian benih secara fisiologis. Percobaan disusun menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan faktor tunggal yaitu tingkat viabilitas benih berdasarkan daya berkecambah masing-masing adalah 78.9%, 70.7% dan 40.0 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sensor intensitas infra red untuk uji tetrazolium pada benih kacang tanah menghasilkan  nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.62 antara nilai RGB merah bagian dalam kotiledon (Rd) dengan kecambah  normal. Kata kunci: daya berkecambah, enzim dehydrogenase, kotiledon, mutu fisiologis benih, RGB

Cite

CITATION STYLE

APA

Widajati, E., Ansella, Y., Dahlan, A. M., Putro, T. Y., & Masitadewi, E. (2024). Pengembangan Metode Uji Tetrazolium dengan Sensor Infra red sebagai Uji Viabilitas pada Benih Kacang Tanah (Arachis hypogea L.). Buletin Agrohorti, 12(2), 154–165. https://doi.org/10.29244/agrob.v12i2.54759

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free