Agricultural Education and Practices for Making Organic Fertilizer in Sempu, Cowek Village, Purwodadi - Pasuruan

  • Nur Rohma N
  • M. Syaikhudin
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan, limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, dalam bentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan mineral dan mikroba yang berguna untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki properti fisik. kimia dan biologi tanah. Mayoritas masyarakat Desa Cowek, khususnya Dusun Sempu, bermata pencaharian sebagai petani. Mereka mengandalkan sawah dan ladang yang sebagian besar ditanami jagung. Petani masih menggunakan pupuk anorganik (kimia) dalam dosis besar tanpa diimbangi dengan pupuk organik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan rasa tanggung jawab masyarakat untuk menjaga lingkungan dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran hewan. Metode pengabdiannya adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi pertanian serta praktek pembuatan pupuk organik. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata PAR 2022 telah berhasil dilaksanakan dengan output berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nur Rohma, N., & M. Syaikhudin. (2022). Agricultural Education and Practices for Making Organic Fertilizer in Sempu, Cowek Village, Purwodadi - Pasuruan. Jurnal Aksi Afirmasi, 3(1), 21–28. https://doi.org/10.35897/jurnalaksiafirmasi.v3i1.850

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free