Perbedaan Penerapan Model Accelerated Learning Cycle dengan Inquiry Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa

  • Sapitri D
  • Wahidin W
  • Tsurayya A
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dengan menggunakan model accelerated learning cycle dan dengan menggunakan model inquiry learning pada siswa kelas X SMA Negeri 7 Jakarta pada semester genap tahun ajaran 2018-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian the posstest-only control design. Sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pada uji validitas dengan menggunakan korelasi product moment. Sedangkan uji realibilitas menggunakan rumus Alpha diperoleh data yang memiliki instrumen dengan reliabilitas sedang. Selanjutnya data dianalisis uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors diperoleh data berdistribusi normal. Sedangkan uji homogenitas dengan menggunakan uji Fisher diperoleh data yang memiliki varians kelompok berdistribusi homogen. Pada uji hipotesis digunakan uji- diperoleh ditolaknya  yang menyatakan bahwa adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dengan menggunakan model accelerated learning cycle dan dengan menggunakan model inquiry learning pada siswa kelas X SMA Negeri 7 Jakarta.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sapitri, D., Wahidin, W., & Tsurayya, A. (2019). Perbedaan Penerapan Model Accelerated Learning Cycle dengan Inquiry Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 7(1), 16–22. https://doi.org/10.21831/jpms.v7i1.28118

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free