Abstract
Pariwisata budaya dan religi memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan warisan budaya. Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan wisata budaya dan religi di Kota Cirebon melalui promosi digital, kemitraan, dan kearifan lokal. Survei lapangan di Keraton Kesepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua Sunyaragi, dan Makam Sunan Gunung Jati menunjukkan minimnya kolaborasi antar destinasi, sistem pemasaran tiket yang masih manual, serta keterbatasan akses informasi wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan narasumber terkait. Data sekunder diperoleh dari penelitian terdahulu dan regulasi pariwisata. Hasil penelitian menegaskan bahwa promosi digital efektif meningkatkan eksposur destinasi, namun pemanfaatannya di Cirebon masih terbatas. Kemitraan antar pemangku kepentingan belum optimal, sehingga paket wisata terpadu sulit terwujud. Sementara itu, kearifan lokal berupa tradisi, nilai budaya, dan identitas religi memiliki potensi sebagai daya tarik unggulan, namun belum sepenuhnya diintegrasikan dalam strategi pengelolaan. Hasil dari penelitian ini, pertumbuhan wisata budaya dan religi di Cirebon membutuhkan sinergi promosi digital, kemitraan lintas sektor, dan pemanfaatan kearifan lokal. Integrasi ketiga aspek ini penting untuk memperkuat daya saing wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Watulandi, M., Mahsyar, J. H., Hasan, Q. E., & Sahroni, A. (2025). STRATEGI PERTUMBUHAN WISATA BUDAYA DAN RELIGI MELALUI PROMOSI DIGITAL, KEARIFAN LOKAL DAN KEMITRAAN DI KOTA CIREBON. Jurnal Perilaku Dan Strategi Bisnis, 13(2), 191–201. https://doi.org/10.26486/jpsb.v13i2.4854
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.