Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten

  • Harjuna R
  • Riniatsih I
  • Suryono C
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Ekosistem yang ada di perairan laut dangkal, padang lamun di Indonesia belum banyak diketahui dan bahkan hampir tidak diperhatikan, namun ekosistem ini mempunyai berbagai fungsi penting di perairan laut dangkal. Status kesehatan ekosistem padang lamun dapat ditentukan berdasarkan nilai penutupan (%).  Ekosistem padang lamun memiliki beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti suhu, salinitias, pH, kecepatan arus, kedalaman dan komposisi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penutupan lamun (%) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dan purposive sampling dalam penentuan lokasinya. Identifikasi dan pengambilan data lamun mengacu pada metode LIPI. Lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (%) pada Pulau Panjang (11,55–12,5%) dan Pulau Lima (14,21-15,34%). Faktor lingkungan lainnya nilai optimum bagi pertumbuhan lamun yaitu nilai suhu dan kecepatan arus dan dengan ditemukannya jenis komposisi sedimen yaitu pasir dan pasir berlumpur.

Cite

CITATION STYLE

APA

Harjuna, R. A., Riniatsih, I., & Suryono, C. A. (2020). Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten. Journal of Tropical Marine Science, 3(2), 89–93. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v3i2.1928

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free