Abstract
Abstrak . Kajian ini bertujuan untuk menganalisis akuntansi zakat perusahaan daripada perspektif cendekiawan muslim di kota Medan. Kebanyakan perusahaan di Indonesia menggunakan kaedah modal kerja dalam membuat taksiran zakat perusahaan. Hal ini berbeda dengan muzakki di kota Medan yang menggunakan kaedah keuntungan tahunan. Persoalannya, mengapakah ia berlaku sedemikian?.Ketidakseragaman pengamalan kaedah ini menimbulkan beberapa implikasi. Antaranya yang penting ialah kedua-dua kaedah ini akan menghasilkan nilai zakat yang dikenakan adalah berbeda. Selain itu, jika kaedah modal kerja yang dipakai, selagi modal kerja tersebut adalah positif, sesuatu perusahaan dikenakan zakat walaupun ia mengalami kerugian. Sebaliknya jika sesuatu perusahaan mendapat keuntungan yang tinggi sekalipun, ia tidak dikenakan zakat selagi modal kerja perusahaan adalah negatif. Persoalannya antara kedua dua kaedah tersebut, kaedah manakah yang lebih adil dan sesuai baik kepada pembayar zakat ataupun kepada penerima zakat? Apakah munasabah sesuatu perusahaan itu telah mengalami kerugian, tetapi pada masa yang sama ia dibebani dengan zakat? Sedang kepada pihak yang lain, mereka tidak dikenakan zakat, padahal mereka menikmati keuntungan yang lumayan?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam kepada beberapa informan yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif cendekiawan muslim dikota medan masih lagi berbeda pendapat dalam menilai akuntanzi zakat perusahaan di kota Medan.
Cite
CITATION STYLE
Irfan, I. (2020). AKUNTANSI ZAKAT PERUSAHAAN: PERSPEKTIF CENDEKIAWAN MUSLIM DI KOTA MEDAN. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 20(1), 51–60. https://doi.org/10.30596/jrab.v20i1.4898
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.