Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK Al–Husna Bojong Gede

  • Ramdhan V
  • Ramliyana R
  • Sutisna U
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kemampuan berbahasa dibutuhkan setiap saat dalam setiap segmen kehidupan bermasyarakat. Tingkat kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar berbeda pada setiap individu. Dalam menguji tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan dapat dilakukan dengan menjalani “Uji Kompetensi Bahasa Indonesia”. Dengan ini seseorang dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Indonesia dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bahasa yang diharapkan. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia adalah sarana untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia lisan dan tulis. UKBI terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarkan), Seksi II (Merespons Kaidah), dan Seksi III (Membaca) dalam bentuk pilihan ganda, serta Seksi IV (Menulis) dalam bentuk presentasi tulis dan Seksi V (Berbicara) dalam bentuk presentasi lisan. Di masa pandemi Covid 19 saat ini, pelaksanaan UKBI tidak bisa digelar secara luring dan massal dalam satu tempat. UKBI Adaptif merupakan tes untuk mengukur kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia yang merupakan hal yang baru bagi peserta didik di SMK AL-Husna Bojong Gede sehingga perlu untuk disosialisasikan dan diujikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penguasaan bahasa Indonesia terhadapa gur-guru di SMK Al-Husna Bojong Gede. Metode deskriptif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar peserta memperoleh nilai antara 300—400 yang berarti kemampuan mereka berada di kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa UKBI merupakan alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan bahasa Indonesia serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh guruLanguage skills are needed at all times in every segment of social life. The level of sound and correct Indonesian language skills differs for each individual. Testing a person's ability to speak Indonesian both verbally and in writing can be done by undergoing the "Indonesian Language Competency Test." With this, one can know the level of Indonesian language proficiency and can adjust to the expected language needs. Indonesian Language Proficiency Test is a means to measure a person's proficiency in spoken and written Indonesian. UKBI consists of five sections, namely Section I (Listening), Section II (Responding to Rules), Section III (Reading) in the form of multiple choice, Section IV (Writing) in the form of written presentations, and Section V (Speaking) in the form of presentations. Oral. During the current Covid-19 pandemic, UKBI cannot be held offline and in bulk in one place. UKBI Adaptive is a test to measure Indonesian speakers' language proficiency, which is a new thing for students at SMK AL-Husna Bojong Gede, so it needs to be socialized and tested. This study aimed to determine the Indonesian language's mastery for teachers at SMK Al-Husna Bojong Gede. Descriptive and quantitative methods were used in the study. The results showed that most of the participants scored between 300-400, which means that their abilities were in the pretty good category. Thus, it can be said that the UKBI is a test tool that can be used to measure the mastery of the Indonesian language and the teacher's good and correct use of Indonesian

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramdhan, V., Ramliyana, R., & Sutisna, U. (2022). Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK Al–Husna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 144–149. https://doi.org/10.29408/ab.v3i1.5489

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free