Application of Guano Filtrate on Infection of Pepper yellow leaf curl virus in Chilli Plants

  • Nada A
  • Hidayat S
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pepper yellow leaf curl virus (PYLCV) adalah anggota genus Begomovirus, yang menyebabkan penyakit daun keriting kuning pada tanaman cabai di Indonesia. Virus ini ditularkan oleh vektor Bemisia tabaci (Hemiptera: Aleyrodidae). Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi guano dalam menekan penyakit daun keriting kuning pada cabai. Percobaan lapangan dilakukan menggunakan rancangan faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah kultivar cabai (‘Gelora’, ‘Bara’, dan ‘Pelita 8’) dan faktor kedua adalah perlakuan filtrat guano (sebelum inokulasi virus, 1 minggu setelah inokulasi virus, 2 minggu setelah inokulasi virus, inokulasi virus tanpa guano, dan tanpa inokulasi virus atau guano). Inokulasi virus dilakukan menggunakan B. tabaci. Secara umum, gejala muncul 1 hingga 3 minggu setelah inokulasi meskipun periode inkubasi bervariasi antara kultivar cabai. Gejala mosaik hijau dengan daun keriting sebagian besar ditemukan pada ‘Gelora’, sedangkan gejala menguning dengan daun melengkung ke atas sebagian besar ditemukan pada ‘Bara’ dan ‘Pelita 8’. Infeksi Begomovirus pada tanaman yang menunjukkan gejala telah dikonfirmasi melalui metode polymerase chain reaction. Perlakuan guano tidak menyebabkan penghambatan pada insidensi dan keparahan penyakit; demikian juga, tidak memengaruhi tinggi tanaman dan periode berbunga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nada, A. K., & Hidayat, S. H. (2023). Application of Guano Filtrate on Infection of Pepper yellow leaf curl virus in Chilli Plants. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(5), 191–199. https://doi.org/10.14692/jfi.16.5.191-199

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free