High order thinking skill sebagai landasan dalam pengembangan asesmen dan evaluasi pendidikan

  • Hajaroh M
N/ACitations
Citations of this article
288Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Studi ini memberikan wawasan tentang konsep high order thinking skill  sebagai kompetensi yang integral dengan low order thinking skill. Kompetensi berpikir kritis dan kreatif sebagai kompetensi level tinggi terbentuk  dari kompetensi berpikir level rendah dari kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, berpikir analitis, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Pengetahuan sebagai obyek berpikir memiliki dimensi-dimensi dari pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan pengetahuan metakognitif. Pendidik dalam proses pembelajaran membantu peserta didik berproses untuk mencapai kompetensi berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran pengetahuan yang multi dimensi tersebut dan melakukan asesmen kelas  untuk membantu proses  pencapaian kompetensi serta memastikan ketercapaian kompetensi melalui evaluasi hasil belajar. Taksonomi pendidikan yang ditemukan oleh Bloom merupakan konsep dasar yang selalu menjadi rujukan dalam menyusun tujuan atau kompetensi  pendidikan dan evaluasinya. Kompetensi berpikir kreatif sebagai kompetensi berpikir tingkat tinggi ditambahkan oleh Andersen di tahun 2001. Pembaruan taksonomi Bloom yang dilakukan oleh  Andersen  menjadikan konsep ini relevan dengan konteks  dunia di abad 21.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hajaroh, M. (2022). High order thinking skill sebagai landasan dalam pengembangan asesmen dan evaluasi pendidikan. FOUNDASIA, 12(2). https://doi.org/10.21831/foundasia.v12i2.47332

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free