Penerapan Strategi Pelaksanaan Pemahaman Obat pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Kekambuhan Berulang (Studi Kasus)

  • Dika Lestari P
  • Wulansari
N/ACitations
Citations of this article
125Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Halusinasi merupakan bentuk gangguan jiwa dimana seseorang kesulitan membedakan antara nyata dan tidak nyata. Halusinasi banyak terjadi kekambuhan karena manajemen obat yang kurang baik dan memiliki resiko untuk melakukan bunuh diri. Penelitian adalah deskriptif crossectional studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengelolaan dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan kekambuhan berulang karena putus obat. Hasil pengelolaan dimana halusinasi berulang muncul karena adanya masalah perasaan pasien yang merasa sudah sembuh dan belum mematuhi tentang minum obat. Implementasi yang dilakukan yaitu pemahaman pasien tentang obat meliputi manfaat, akibat tidak minum, efek samping obat, syarat berhenti minum obat, dan pemahaman obat sebagai syarat pulang telah tercapai. Hasil pengelolaan didapatkan pasien memahami tentang obat yang ditunjukan dengan pasien terlihat tenang, mampu mengontrol halusinasi dan mandiri dalam mengkonsumsi obat. Perlu peran perawat dan dukungan keluarga untuk memotivasi pasien dalam kepatuhan minum obat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dika Lestari, P., & Wulansari. (2024). Penerapan Strategi Pelaksanaan Pemahaman Obat pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Kekambuhan Berulang (Studi Kasus). Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 2(2), 87–91. https://doi.org/10.35473/jkbs.v2i2.3281

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free