Abstract
Eros, as love associated with self-desire and self-gratification, contrasts with Agape, which is genuine love prioritizing the welfare of others above oneself. This article employs a literary analysis method to explore how these two concepts influence and interact within the dynamics of human relationships, both spiritually and interpersonally. The findings indicate that a profound understanding of Eros and Agape can enrich and deepen the meaning of authentic human relationships, offering a fresh perspective on how love can transform and affirm human dignity in the context of relationships with others and with God. Insights from Eros and Agape contribute to expanding our understanding of love in human life and its relevance in broader social and spiritual contextsEros sebagai cinta yang terkait dengan keinginan dan kepuasan diri sendiri, dibandingkan dengan Agape, yang merupakan cinta yang tulus dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas diri sendiri. Artikel ini menggunakan metode analisis literatur untuk menyelidiki bagaimana kedua konsep ini mempengaruhi dan berinteraksi dalam dinamika hubungan manusia, baik dalam ranah spiritual maupun interpersonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang Eros dan Agape dapat memperkaya dan mendalami makna hubungan manusiawi yang sejati, serta memberikan perspektif baru terhadap bagaimana cinta dapat mengubah dan memperkukuh martabat manusia dalam konteks hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan. Pandangan Eros dan Agape akan memberikan kontribusi dalam memperluas wawasan tentang cinta dalam kehidupan manusia, serta relevansinya dalam konteks sosial dan spiritual yang lebih luas
Cite
CITATION STYLE
Herlambang, P., & Fransiskus Borgias M. (2024). Konsep Eros Dan Agape Dalam Kehidupan Manusia Menurut Anders Nygren. Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora, 4(02), 210–221. https://doi.org/10.26593/jsh.v4i02.8192
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.