Abstract
Fazlur Rahman adalah pemikir Islam modern yang menawarkan metodologi tafsir Al-Qur’an berbasis kontekstualitas. Penelitian ini menganalisis dua masalah utama: (1) kelemahan metode tafsir tradisional yang cenderung atomistik dan ahistoris dalam merespons tantangan zaman, serta (2) kontribusi metodologi Rahman melalui pendekatan double movement (gerakan ganda) dan sintetis-logis. Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana kedua pendekatan ini menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis konten terhadap karya-karya Rahman dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa double movement bekerja dalam dua tahap: rekonstruksi makna teks berdasarkan konteks historis turunnya wahyu dan aplikasi prinsip moral universal ke konteks modern. Sementara itu, pendekatan sintetis-logis memadukan tema-tema Al-Qur’an secara holistik untuk membangun pemahaman utuh. Studi ini menyimpulkan bahwa metodologi Rahman memberikan kerangka tafsir yang fleksibel dan relevan dengan dinamika sosial, meskipun kurang efektif untuk persoalan metafisik seperti konsep ketuhanan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi hermeneutika kontekstual dengan pendekatan kritis-filosofis dalam studi Al-Qur’an kontemporer.
Cite
CITATION STYLE
Syakir, A. I., Daulay, A. N., & Fitri, S. R. (2025). Metode Tafsir Kontekstual Fazlur Rahman dalam Al-Qur’an Berpendekatan Double Movement dan Sintetis Logis. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 332–342. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.571
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.