Implikasi Praktis Konsep Anugerah Bagi Orang Percaya Berdasarkan Surat Roma 3:23-24

  • Gulo J
N/ACitations
Citations of this article
142Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konsep pemikiran dan cara pandang sebagai orang percaya harus berfokus pada anugerah/kasih karunia Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Keselamatan orang percaya atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib. Anugerah memunyai konsep dasar demikian: “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. Sedangkan konsep “perbuatan baik” adalah “manusia mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan. Kalau seseorang mentaati aturan Alkitab, kalau melakukan amal-ibadah maka orang tersebut akan mendapat pahala, itu adalah konsep “perbuatan baik”. Dimana hal tersebut menunjukkan seseorang belum sadar akan arti penebusan itu. Allah yang penuh kasih sayang terhadap manusia. Dia ingin manusia mengasihi Dia, percaya kepada Dia bagaikan seorang Bapa, mengharapkan seluruh keselamatan dan kebahagiaan hanya dari Dia. Kalau Allah mengampuni manusia yang berdosa, menganugerahkan kepada hidup, bahkan hidup kekal, tujuanNya tidak lain ialah supaya dengan penuh kasih dan percaya kembali kepadaNya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gulo, J. (2020). Implikasi Praktis Konsep Anugerah Bagi Orang Percaya Berdasarkan Surat Roma 3:23-24. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 3(2), 228–245. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.105

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free