Rekristalisasi Natrium Klorida dari Larutan Natrium Klorida Dalam beberapa Minyak yang Dipanaskan

  • Sumarni W
  • Suhendar D
  • Hadisantoso E
N/ACitations
Citations of this article
671Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Garam dapur (NaCl) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya sebagai bumbu dan pengawet makanan. Konsumsi rata-rata natrium global diperkirakan 3,9 g/hari (setara dengan 10 g/hari garam) yang melebihi asupan maksimum yang disarankan yaitu 2 g/hari natrium atau setara dengan 5 g/hari garam. Selama ini kebanyakan orang mengkonsumsi makanan hanya memikirkan selera dan rasanya saja sehingga kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Kristal garam yang sebagian terlarut dalam mulut ditelan tanpa memberikan rasa asin. Untuk meningkatkan rasa asin dan menghindari partikel garam tertelan sebelum terlarut dalam mulut maka tingkat kelarutan kristal garam harus ditingkatkan. Mengoptimalkan bentuk fisik garam dapat dilakukan untuk mengurangi kandungan garam tanpa mengurangi kualitas yang dirasakan dalam makanan. Kristal garam dengan ukuran kecil (mikrokristal) diperoleh dengan cara rekristalisasi garam dari larutannya dengan menggunakan minyak hewani dan minyak nabati sebagai medium rekristalisasinya. Hasil kristalisasi menggunakan minyak ini berhasil membuat kristal dengan ukuran mikro dan kadar air sesuai garam SNI.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sumarni, W., Suhendar, D., & Hadisantoso, E. P. (2019). Rekristalisasi Natrium Klorida dari Larutan Natrium Klorida Dalam beberapa Minyak yang Dipanaskan. Al-Kimiya, 4(2), 100–104. https://doi.org/10.15575/ak.v4i2.5090

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free