Skrining Jamur Tanah Penghasil L-asparaginase dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

  • Kurniawati I
  • Purwanto P
  • Purwantini I
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki kelembaban tinggi sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai tanaman dan mikroorganisme yang baik. Salah satu mikroorganisme yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia adalah jamur. Mikroorganisme ini merupakan produsen yang sangat baik dari enzim hidrolitik, biofuel, asam organik, polisakarida, dan metabolit sekunder yang dapat dikembangkan sebagai obat antibiotik, obat antikanker, agen hipokolesterolemia, imunosupresan, dan lain-lain. Sebanyak 12 jamur berhasil diisolasi dari tanah di Bantul, Merapi dan Gunung kidul. Hasil uji menunjukkan bahwa 7 isolat jamur menghasilkan enzim L-asparaginase yaitu PB1, PB2, PRB1, PB4, PB3, PRGK2 dan PGK1, sedangkan 4 isolat jamur menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbesar adalah isolat jamur CM sebesar 4,649 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan sebesar 13,681 mm terhadap bakteri Escherichia coli.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniawati, I., Purwanto, P., & Purwantini, I. (2023). Skrining Jamur Tanah Penghasil L-asparaginase dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Majalah Farmaseutik, 19(2), 184. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i2.82558

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free