Identifikasi Gejala dan Kisaran Inang Enam Isolat Begomovirus Cabai di Indonesia

  • Gaswanto R
  • Syukur M
  • Hidayat S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan infeksi Begomovirus pada cabai di Indonesia tidak menutup kemungkinan adanya isolat baru yang berbeda gejala dan kisaran inangnya. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan identifikasi isolat Begomovirus cabai dari beberapa sentra  produksi  di  Indonesia  berdasarkan  gejala  dan  kisaran  inangnya.  Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kasa virologi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Lembang, dari Bulan Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013. Isolat Begomovirus cabai diperoleh dari enam daerah, yaitu: Leuwikopo-Bogor, Brebes, Magelang,   Kediri, Blitar, dan Karangploso-Malang. Isolat Begomovirus cabai tersebut diisolasi dan dipelihara pada bibit tanaman cabai sehat varietas Tanjung-2 dengan cara ditularkan melalui serangga vektor B. tabaci non viruliferous. Deteksi isolat Begomovirus cabai secara Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan sepasang primer universal pAL1v1978/pAR1c715. Identifikasi gejala dan kisaran inang dilakukan pada sembilan jenis tanaman indikator, yaitu: cabai, tomat, terung, kacang panjang, buncis, mentimun, babadotan, caisim, bayam duri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang  tiga  kali.  Amplifikasi  PCR  menggunakan  primer  universal pAL1v1978/pAR1c715 terhadap enam isolat Begomovirus cabai berhasil memperoleh fragmen DNA berukuran 1600 kb. Isolat Begomovirus cabai asal Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, Karangploso berhasil ditularkan pada tanaman indikator cabai, tomat, terung, mentimun, kacang buncis, kacang panjang, babadotan, namun tidak berhasil ditularkan pada tanaman caisim dan bayam duri. Gejala infeksi isolat Begomovirus cabai yang ditimbulkan pada tanaman indikator bervariasi antar isolat. Pada tanaman cabai, isolat Begomovirus asal Brebes lebih virulen 3,3-10% untuk tingkat kejadian penyakit dengan masa inkubasi lebih cepat 2,7-3,7 hari   dibandingkan isolat Begomovirus asal Bogor, Magelang, Kediri, Blitar, dan Malang. Untuk kepastian perbedaan enam isolat Begomovirus cabai secara molekuler, maka disarankan untuk analisa perunutan DNA.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gaswanto, R., Syukur, M., Hidayat, S. H., & Gunaeni, N. (2016). Identifikasi Gejala dan Kisaran Inang Enam Isolat Begomovirus Cabai di Indonesia. Jurnal Hortikultura, 26(2), 223. https://doi.org/10.21082/jhort.v26n2.2016.p223-234

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free