Abstract
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 melaporkan secara global rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami nyeri haid. Tercatat kejadian nyeri haid atau dysmenorrhea di Indonesia sebesar 64,25% yang meliputi dysmenorrhea primer (54,89%) dan dysmenorrhea sekunder (9,36%). Nyeri haid merupakan gejala menstruasi yang umum terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya kram dan kejang nyeri kolik pada perut bagian bawah yang berdampak terganggungnya aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ini kemungkinan dikarenakan oleh kadar prostanoid yang berlebih atau tidak seimbang serta eicosanoid yang dilepaskan dari endometrium selama menstruasi .
Cite
CITATION STYLE
Laksmi Puspa Sari, G. A. P., Ari Kusuma Yana, I. G. A., & Lilis Adnyani, N. P. (2024). Potensi Kayu Manis sebagai Obat untuk Meredakan Nyeri Haid: Literature Review. Usadha, 3(1), 21–26. https://doi.org/10.36733/usadha.v3i1.8916
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.