Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti

  • Yulianto B
  • . F
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Incidence og dengue in the region of the district health center island Selatpanjang Meranti as 129 cases. Of 2 and 6 rural villages, urban villages, especially the city Selatpanjang RW 09 and RW 10 and RW particular village east Selatpanjang 01 and RW 02 includes areas with the highest cases of health centers in the region of Selatpanjang. The purpose of the study to determine the factors associated with the incidence of dengue in Selatpanjang Meranti Islands. Quantitative research conducted with cross-sectional research design. The sample in the study of 167 respondents. The sampling technique using simple random sampling. Data collection using questionnaires and direct observation. Test statistics with chi square test at 95% confidence level. The results showed no relationship between respondents knowledge of dengue, the presence of aedes aegypti larvae in containers, the shelter is closed on the availability of water and frequency of draining water reservoirs daily use with the incidence of dengue in the district health center island Meranti Selatpanjang 2012. While the habit of hanging clothes no association with the incidence of dengue in the district health center island Selatpanjang Meranti of 2012. It is expected that further intensify the health center larva periodic inspection activities, as well as for the community to pay more attention to the activities and the implementation of PSN plus 3M-DBD independently and regularlyKejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 129 kasus. Dari 2 Kelurahan dan 6 Desa, Kelurahan Selatpanjang Kota khususnya RW 09 dan RW 10 serta Kelurahan Selatpanjang Timur khususnya RW 01 dan RW 02 termasuk daerah dengan kasus paling tinggi di wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di Puskesmas Selatpanjang Kepulauan Meranti. Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 167 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Uji statistik dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan responden tentang DBD OR (10,7), keberadaan jentik Aedes aegypti pada kontainer OR (3,951), ketersediaan tutup pada kontainer OR (3,199) dan frekuensi pengurasan TPA keperluan sehari-hari OR (19,761) dengan kejadian DBD di Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2012. Sedangkan untuk kebiasaan menggantung pakaian tidak ada hubungan dengan kejadian DBD di Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2012. Diharapkan kepada masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan di dalam rumah serta melakukan gerakan 3M. Diharapkan pihak Puskesmas lebih mengintensifkan kegiatan pemeriksaan jentik berkala, serta bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri dan teratur.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yulianto, B., & . F. (2013). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 2(3), 113–116. https://doi.org/10.25311/keskom.vol2.iss3.56

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free