Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses keterbukaan diri perempuan muda Surabaya pelaku relasi Friend With Benefit (FWB) berdasarkan teori self disclosure Joseph DeVito yang dikaitkan dengan teori penetrasi sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumupulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang didapat pada penelitian ini ialah faktor latar belakang pertemuan informan dengan partner FWB-nya dan juga tujuannya menjalin relasi FWB mempengaruhi tingkat keterbukaan diri informan. Hal ini menyebabkan adanya fase – fase yang tercipta pada proses self disclosure yang mana berarti sesuai dengan teori penetrasi sosial. Dalam teori penetrasi sosial terdapat tahapan yang nementukan kedalaman self disclosure yang dilakukan, hal ini juga didapati pada informan peneliti, para informan memiliki fase beragam akan proses self disclosure yang dilakukannya. Topik yang diungkapkan sebagai self disclosure kepada partner FWB-nya meliputi aspek latar belakang, kesehatan, kebersihan, tujuan masing – masing, perasaan, keinginan, fantasi seksual dan privasi. Dalam relasi yang lebih intim, self disclosure sudah meliputi hal – hal yang lebih kompleks seperti ekplorasi seksual, mampu merasakan kenyaman, dapat lebih memahami dan membangun kepercayaan satu sama lain.
Cite
CITATION STYLE
Ramadhani, S. W., & Sukardani, P. S. (2023). PEMUNCULAN SELF DISCLOSURE DALAM RELASI FRIEND WITH BENEFIT (Studi Fenomenologi Perempuan Muda Surabaya). The Commercium, 7(2), 87–99. https://doi.org/10.26740/tc.v7i2.56232
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.