ANALISIS DAMPAK KETIDAKADAAN BUOY TERHADAP BADAN METEROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG) STUDI KASUS TSUNAMI PALU

  • Harmi S
  • Hidayat N
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tsunami adalah gelombang besar yang dihasilkan oleh gempa bumi atau letusan gunung berapi bawah laut. Gelombang tsunami mengalami peningkatan tinggi saat mendekati pantai, dengan kecepatan terkait kedalaman laut, bukan jarak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan penting dalam pemantauan dan peringatan tsunami di Indonesia, meskipun beberapa wilayah, seperti Palu, mungkin tidak memiliki buoy yang memadai. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan yang dihadapi BMKG dalam menjalankan tugas pemantauan dan peringatan tsunami, dengan fokus pada Palu. Metode penelitian mencakup analisis literatur melalui sumber tertulis seperti jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menyoroti minimnya buoy, keterbatasan peringatan dini, serta akibatnya terhadap masyarakat. Rekomendasi termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tsunami, pengembangan teknologi informasi bencana, dan pembahasan kembali penggunaan buoy. Studi ini mengilustrasikan pentingnya perencanaan lahan, infrastruktur, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami. Kata Kunci : BMKG, Buoy, Dampak, Peringatan Dini dan Tsunami Palu

Cite

CITATION STYLE

APA

Harmi, S., & Hidayat, N. rizky widati. (2023). ANALISIS DAMPAK KETIDAKADAAN BUOY TERHADAP BADAN METEROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG) STUDI KASUS TSUNAMI PALU. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan, 266–272. https://doi.org/10.62012/sensistek.v6i2.31534

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free