Peran efek early tracheostomy dengan Percutaneous Dilatational Tracheotomy (PDT) terhadap morbiditas dan mortalitas pasien Intensive Care Unit (ICU): sebuah tinjauan pustaka

  • Desiartama A
  • Wicaksana I
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Background: Tracheostomy is a crucial procedure in the management of critically ill patients requiring prolonged mechanical ventilation. The percutaneous dilatational tracheotomy (PDT) approach has emerged as a minimally invasive alternative commonly used in ICUs. The timing of tracheostomy, particularly early tracheostomy, is considered a key factor that may influence clinical outcomes such as morbidity and mortality. Methods: This literature review was conducted by analyzing recent scientific publications discussing the impact of early tracheostomy using PDT on morbidity and mortality in ICU patients. Sources were retrieved from PubMed and Google Scholar databases, including meta-analyses, randomized controlled trials, and relevant observational cohort studies. Results: Early tracheostomy via PDT offers several clinical advantages including reduced mechanical ventilation duration, decreased incidence of ventilator-associated pneumonia (VAP), improved patient comfort and communication, and reduced sedation requirements. It also facilitates earlier weaning from ventilation. However, evidence regarding its effect on mortality remains inconsistent, with several studies reporting no significant differences between early and late tracheostomy. Complications such as bleeding, tracheal stenosis, and tracheoarterial fistula remain potential procedural risks. Conclusion: Early PDT may significantly reduce ICU morbidity, particularly by improving ventilation efficiency and decreasing complications associated with prolonged intubation. However, implementation should be individualized, weighing clinical conditions and procedural risks. A multidisciplinary approach is essential to determine the optimal timing of tracheostomy.   Latar Belakang: Trakeostomi merupakan prosedur penting dalam tata laksana pasien kritis yang memerlukan ventilasi mekanik jangka panjang. Pendekatan percutaneous dilatational tracheotomy (PDT) menjadi alternatif minimal invasif yang semakin banyak digunakan di ICU. Waktu pelaksanaan trakeostomi, khususnya pelaksanaan dini (early tracheostomy), menjadi faktor penting yang diyakini dapat mempengaruhi luaran klinis seperti morbiditas dan mortalitas pasien. Metode: Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan menelusuri literatur ilmiah terbaru yang membahas efek early tracheostomy dengan metode PDT terhadap morbiditas dan mortalitas pasien ICU. Sumber diperoleh dari database ilmiah PubMed dan Google Scholar, mencakup studi meta-analisis, uji klinis acak terkontrol, dan studi kohort observasional yang relevan. Hasil: Trakeostomi dini dengan metode PDT menunjukkan berbagai keuntungan klinis seperti pengurangan durasi ventilasi mekanik, penurunan kejadian ventilator-associated pneumonia (VAP), serta perbaikan kenyamanan dan komunikasi pasien. Selain itu, prosedur ini dapat mempercepat proses weaning dan mengurangi kebutuhan sedasi. Namun, bukti terhadap penurunan mortalitas masih inkonsisten, dengan beberapa studi menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara early dan late tracheostomy. Risiko komplikasi seperti perdarahan, stenosis trakea, dan fistula trakeoarterial juga tetap menjadi pertimbangan penting. Kesimpulan: Early PDT berpotensi memberikan manfaat signifikan dalam menurunkan morbiditas pasien ICU, terutama melalui perbaikan efisiensi ventilasi dan pengurangan komplikasi terkait intubasi jangka panjang. Namun, implementasi harus mempertimbangkan kondisi klinis individual dan risiko prosedural. Pendekatan multidisipliner sangat diperlukan untuk menentukan waktu trakeostomi yang optimal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Desiartama, A., & Wicaksana, I. N. A. (2025). Peran efek early tracheostomy dengan Percutaneous Dilatational Tracheotomy (PDT) terhadap morbiditas dan mortalitas pasien Intensive Care Unit (ICU): sebuah tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 16(2), 603–608. https://doi.org/10.15562/ism.v16i2.2364

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free