Abstract
Pasien yang menerima vonis penyakit gagal ginjal diharuskan menjalani hemodialisis untuk menggantikan peran ginjal dalam tubuh mereka. Hemodialisis sendiri harus dilakukan secara rutin sepanjang sisa hidup pasien meskipun memiliki dampak secara fisik dan psikologis. Dibutuhkan ketahanan dan optimisme pasien untuk dapat secara rutin melakukan hemodialisis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi resiliensi dengan optimisme pasien hemodialisis di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, tiga puluh pasien gagal ginjal yang menjalani proses hemodialisis direkrut dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji normalitas menunjukkan data penelitian tidak terdistribusi secara normal sehingga Spearman’s correlation yang digunakan sebagai uji korelasi. Hasil analisis uji korelasi membuktikan adanya korelasi positif signifikan dengan efek besar antara resiliensi dan optimisme (rs = 0,527, p < 0.001). Hal ini dapat bermakna bahwa semakin tinggi resiliensi pasien, semakin tinggi pula optimisme pasien. Hasil perhitungan koefisien determinasi adalah sebesar 0.278 yang dapat bermakna bahwa optimisme pasien dapat menjelaskan resiliensi pasien sebesar 27,8% dan sebaliknya resiliensi pasien dapat menjelaskan optimisme pasien sebesar 27,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting bagi pasien untuk resilien agar tetap optimis selama menjalani hemodialisis.
Cite
CITATION STYLE
Goh, W., & Christianto, L. P. (2025). Hubungan Resiliensi dan Optimisme Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit X. Prosiding Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan, 198–206. https://doi.org/10.33476/knpk.v5i1.5176
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.