Abstract
Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan gejala vaginitis pada mahasisiwi program studi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2019.Metode: Metode pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan non-probability sampling.  Besar sampel adalah 140 dengan melakukan wawancara terpimpin pada 140 mahasiswi Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2019. Tingkat stres mahasiswi diukur dengan kuesioner stres dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) dan kuesioner gejala vaginitis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: lebih dari setengah responden yaitu sebanyak 71 responden (50,6%) mengalami stres. Tingkat stres sedang merupakan presentase terbesar yaitu sebanyak 31 orang  (43,6%). Sebagian besar responden yaitu sebanyak 121 responden (86,4%) mengalami gejala vaginitis. Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,943.Kesimpulan: Lebih dari setengah reponden mengalami stres dan sebagian besar responden mengalami gejala vaginitis. Nilai p-value menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan gejala vaginitisKata kunci:Stres, vaginitis, remaja
Cite
CITATION STYLE
Megawati, M., Adnani, S. S., & Rahman, S. (2020). Hubungan Tingkat Stres dengan Gejala Vaginitis pada Mahasiswi Program Studi Kedokteran FK UNAND 2019. Andalas Obstetrics And Gynecology Journal, 62–69. https://doi.org/10.25077/aoj.4.1.62-69.2020
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.