Abstract
Corporate Tax Avoidance (CTA) remains a critical issue in developing countries such as Indonesia, where fiscal capacity heavily depends on corporate tax compliance. Prior studies examining the roles of CSR Disclosure (CSRD), Institutional Ownership (IOW), and Financial Distress (FD) on CTA report inconsistent findings and are predominantly limited to specific industries. Addressing this gap, this study investigates the relationships between CSRD, IOW, and FD on CTA, while incorporating Firm Growth (FG) as a moderating variable within a comprehensive cross-industry framework. Using secondary data from Refinitiv, this study analyzes 4,066 firm-year observations of all non-financial firms listed on the IDX 2020-2024. FEM regression is employed. The findings reveal that CSRD and FD are significantly positively associated with higher CTA, whereas IOW significantly constrains CTA. FG as a moderator significantly weakens the positive relationship of FD-CTA, but does not moderate CSRD or IOW effects. Robustness tests confirm result stability. Using a large cross-industry sample in a developing country, this study reduces sectoral bias in prior research. This study contributes it extends agency theory by showing that firm growth conditions distress-driven CTA.Penghindaran Pajak Korporasi (Corporate Tax Avoidance/CTA) tetap menjadi perhatian di negara berkembang seperti Indonesia, di mana ketergantungan pendapatan pajak tinggi sementara kepatuhan fiskal lemah. Bukti empiris yang beragam mengenai pengaruh Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility/CSR), Kepemilikan Institusional (Institutional Ownership/IOW), dan Kesulitan Keuangan (Financial Distress/FD) terhadap CTA menyoroti perlunya kerangka analitis yang lebih terintegrasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Refinitiv, yang mencakup semua perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama tahun 2020-2024, menghasilkan 4.066 observasi perusahaan-tahun. Regresi panel efek tetap diterapkan, dengan ukuran perusahaan, rasio utang terhadap aset, dan umur perusahaan dimasukkan sebagai variabel kontrol untuk memastikan kekokohan hasil. Hasil menunjukkan bahwa CSR dan FD menunjukkan asosiasi positif yang lemah dengan CTA, sedangkan IOW secara signifikan mengurangi praktik penghindaran pajak. Pertumbuhan Perusahaan (Firm Growth/FG) memoderasi secara negatif hubungan antara FD dan CTA, tetapi tidak memoderasi efek CSR atau IOW. Uji kekokohan mengkonfirmasi stabilitas temuan ini. Kontribusi utama studi ini terletak pada penggabungan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel moderasi dalam model komprehensif yang menggunakan sampel lintas industri yang luas, memberikan bukti bahwa kondisi internal perusahaan memainkan peran yang lebih menentukan dalam perilaku penghindaran pajak daripada tekanan eksternal.
Cite
CITATION STYLE
Putri Anasyah, A., & Solikhah, B. (2026). CAN FIRMS’ GROWTH MODERATE CSR DISCLOSURE, INSTITUTIONAL OWNERSHIP, AND FINANCIAL DISTRESS TOWARDS CORPORATE TAX AVOIDANCE? CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi Dan Bisnis Terkini, 7(1), 229–244. https://doi.org/10.31258/current.7.1.229-244
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.