Abstract
Perjanjian Baru bukanlah cabang dari teologi, tetapi sebagai akar, sumber, landasan dan otoritas tertinggi dalam berteologi. Berangkat dari penegasan ini, maka disimpulkan bahwa: pertama, sesungguhnya penulis Kitab Suci Perjanjian Baru tidak berteologi (teologi ilmiah). Mereka hanya menulis dan meneruskan (laporan, rencana) Wahyu Allah yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus (teologi dasar); kedua, Perjanjian Baru adalah inti dari Wahyu Allah sendiri, bukan bagian dari teologi.
Cite
CITATION STYLE
APA
Ara, A. (2020). PERJANJIAN BARU DAN TEOLOGI. LOGOS, 12(2), 38–62. https://doi.org/10.54367/logos.v12i2.865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
Already have an account? Sign in
Sign up for free