Perceraian Akibat Perselingkuhan Oleh Suami Dan Penanganannya (Studi Kasus di Kabupaten Pringsewu)

  • Zainudin Hasan
  • Kristina Safitri
  • Zulva Ica
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masalah utama yang sering muncul dalam proses perceraian adalah perceraian karena perselingkuhan. Terus meningkatnya fenomena perceraian setiap bulannya dan tidak henti-hentinya berita mengenai perceraian sering terdapat di media. Perceraian sebagai fenomena saat ini dikarenakan terdapat perselingkuhan dari pasangannya. Perselingkuhan biasanya sering terjadi dalam anggota keluarga yang kurang mempunyai kualitas agama yang baik, dasar cinta yang lemah, kurang lancarnya komunikasi dan kurang harmonis, perilaku egois dari masing-masing, emosinya yang kurang stabil, dan kurang mampu menyesuaikan diri. Metode penelitian ini yaitu penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik wawancara. Hasil diskusi menunjukkan bahwa permasalahan perselingkuhan dalam perkawinan adalah perselingkuhan bisa menjadi sumber stres yang besar. Ketidakmampuan pasangan dalam beradaptasi dan menyelesaikan permasalahan dengan efektif bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Upaya mengatasi perselingkuhan antara lain komunikasi yang baik antar pasangan, saling menunaikan tanggung jawab, saling mendukung dan menjaga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zainudin Hasan, Kristina Safitri, Zulva Ica, & Renia Pragusta Putri. (2023). Perceraian Akibat Perselingkuhan Oleh Suami Dan Penanganannya (Studi Kasus di Kabupaten Pringsewu). Journal of Student Research, 1(4), 67–80. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i4.1362

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free