Abstract
Bencana banjir merupakan permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Sragen, terutama disebabkan oleh meluapnya Sungai Bengawan Solo pada saat musim hujan dengan curah hujan tinggi dan durasi hujan lebih dari 4 jam. Menurut data dari BPBD Kabupaten Sragen, selama tujuh tahun terakhir, telah terjadi 46 kali banjir di 16 desa dari 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Sragen. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini mencakup kerusakan infrastruktur, kerugian material, dan ancaman terhadap keselamatan jiwa, yang semakin diperburuk oleh minimnya alat peringatan dini yang tersedia, untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, dibutuhkan sistem pemantauan dan peringatan dini yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memonitor kondisi air dan memberikan peringatan dini melalui notifikasi Telegram dengan menggunakan aplikasi Blynk. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi mengenai tinggi muka air dan peringatan dini banjir secara akurat dan tepat waktu kepada masyarakat di Kabupaten Sragen. Dalam pengembangannya, sistem ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian muka air, mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data, serta Blynk IoT dan bot Telegram sebagai media notifikasi jarak jauh. Sebagai tambahan, indikator visual seperti lampu LED dan buzzer digunakan untuk memberikan sinyal peringatan dini mengenai potensi banjir di daerah setempat. Inovasi yang ditawarkan oleh sistem pemantauan banjir berbasis IoT ini berfokus pada deteksi dan antisipasi ancaman banjir secara real-time. Penelitian ini juga mengembangkan sistem yang mengintegrasikan Blynk dengan Telegram, yang memungkinkan pengiriman notifikasi dengan cepat. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem ini mampu mendeteksi ketinggian air dengan akurasi mencapai 95%, memberikan notifikasi dini dengan rata-rata latensi 1,2 detik, serta mempertahankan kestabilan koneksi hingga 99%. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi mitigasi bencana yang berbasis IoT. Jika dibandingkan dengan sistem konvensional, inovasi ini menawarkan tingkat akurasi yang tinggi, biaya yang lebih terjangkau, dan kemudahan penggunaan, sehingga diharapkan dapat membantu petugas penanggulangan bencana serta masyarakat dalam memitigasi risiko banjir dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana di Kabupaten Sragen.Flood disaster is a problem that often occurs in Sragen Regency, mainly caused by the overflowing of the Bengawan Solo River during the rainy season with high rainfall and a duration of more than 4 hours. According to data from the Sragen Regency BPBD, over the past seven years, there have been 46 floods in 16 villages from 20 sub-districts in the Sragen Regency area. The impacts caused by this disaster include infrastructure damage, material losses, and threats to life safety, which are further exacerbated by the lack of available early warning tools, to reduce the impacts caused, an effective monitoring and early warning system is needed. This study aims to develop an Internet of Things (IoT)-based system that can monitor water conditions and provide early warnings via Telegram notifications using the Blynk application. This system is designed to provide accurate and timely information on water levels and early flood warnings to the community in Sragen Regency. In its development, this system uses an HC-SR04 ultrasonic sensor to measure water levels, an ESP32 microcontroller for data processing, and Blynk IoT and Telegram bots as remote notification media. In addition, visual indicators such as LED lights and buzzers are used to provide early warning signals regarding potential flooding in the local area. The innovation offered by this IoT-based flood monitoring system focuses on real-time flood threat detection and anticipation. This study also developed a system integrating Blynk with Telegram, allowing fast notification delivery. The trial results showed that this system was able to detect water levels with an accuracy of up to 95%, provide early notification with an average latency of 1.2 seconds, and maintain connection stability of up to 99%. Through this research, it is expected to make a significant contribution to the development of IoT-based disaster mitigation technology. When compared to conventional systems, this innovation offers a high level of accuracy, more affordable costs, and ease of use, so it is expected to help disaster management officers and the community in mitigating flood risks and increasing disaster preparedness in Sragen Regency.
Cite
CITATION STYLE
Ratmini, Y., Atina, V., & Purwanto, E. (2025). Sistem Monitoring dan Peringatan Dini Banjir Berbasis Internet of Things (IoT). Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, 19(1), 1–7. https://doi.org/10.32815/jitika.v19i1.1103
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.