Abstract
Trend baru dalam pengembangan pertanian di dunia saat ini adalah menganalisis potensi produksi pangan di kota-kota besar dengan mengintegrasikan kebijakan dan program penggunaan lahan, manajemen sumber daya alam dan perubahan lanskap pedesaan di area metropolitan. Kabupaten Bogor merupakan bagian dari kesatuan wilayah mega-city Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang terkena dampak perkembangan kota secara langsung. Dampak ini ditandai dengan perubahan lahan, salah satunya pertanian (lahan basah dan lahan kering), mengalami perubahan menjadi lahan terbangun sebesar 47,953 ha (16.04%). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi periurban agriculuture di Kabupaten Bogor dengan menggunakan penginderaan jauh, GIS, dan AHP. Rekomendasi utama studi ini dalam pengembangan pertanian multifungsi adalah pengembangan pertanian yang mengutamakan perlindungan lingkungan (pertanian ramah lingkungan) dengan strategi pengembangan melalui aspek ekonomi dan sosial. Kata kunci : Kabupaten Bogor, area Jabodetabek, pertanian multifungsi, pertanian peri-urbanThere is a growing newtrend of studies internationally for analyzing the potential of food production in cities by exploring the implications for land use policies and programs, management of natural resources and changes in rural landscapes in a metropolitan area. Bogor District is one of the peri-urban areas of Jakarta Greater Area (Jabodetabek) which is directly affected by its development as one of the world’s mega-city. This impact is marked by land use changes in Bogor District, where the agricultural land (both wet and dry agricultural land) has experienced significant changes within 1989 to 2013, with a total number of built-up area conversion reaching of 47,953 ha (16.04%). This study aims to identify and analyze the potencial of peri-urban agriculture in Bogor District using remote sensing, geographycal information system and analytical hierarchy process. The main recommendations of this study is the development of multifunctional agriculture that prioritizes of environmental protection development ( eco-friendly agriculture ) with the strategy of development through economic and social aspects. Keywords: Bogor District, Jabodetabek area, multifunction agriculture, peri-urban agriculture
Cite
CITATION STYLE
Andriamasari, H., Mugnisjah, W. Q., & Munandar, A. (2015). POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN PERIURBAN DI KABUPATEN BOGOR. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 17(2), 69–74. https://doi.org/10.29244/jitl.17.2.69-74
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.