TANTANGAN GURU DAN SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA YANG BERORIENTASI PADA MASA DEPAN

  • Salsabila A
  • Isti’anah D
  • Sabrina F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan kurikulum merdeka untuk pembelajaran berkelanjutan. Kurikulum yang dianggap membebani peserta didik ini menghadapi berbagai macam tantangan, baik dari guru ataupun siswanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengukur keefektifan kurikulum merdeka dalam penerapannya di lapangan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai macam tantangan yang dihadapi guru dan siswanya yang harus diperbaiki terlebih dahulu ialah kompetensi gurunya.Kesimpulannya, kurikulum merdeka ini dapat berorientasi untuk jangka panjang atau masa depan jika semua tantangan dapat diselesaikan. Jika kita melihat dari tujuan utama kurikulum merdeka itu sendiri maka kurikulum ini cocok untuk dijadikan kepada jangka panjang karena meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa. Dimana pada kurikulum ini, siswa di minta untuk aktif dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator. Kurikulum merdeka belajar memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya yaitu lebih sederhana dan mendalam serta efektif dan interaktif. Di dalam proses pembelajaran sendiri, kurikulum ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran yang dimana siswa dapat memilih pelajaran yang diminati dan siswa dapat mengoptimalkan bakatnya serta dapat memberikan kontribusi terbaik dalam berkarya bagi bangsa. Tetapi, kembali lagi bahwa setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangannya.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan Kurikulum Merdeka dalam mendukung pembelajaran berkelanjutan yang berorientasi pada masa depan. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik dengan menempatkan mereka sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya, seperti lebih sederhana, mendalam, efektif, dan interaktif, penerapannya di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan konsep Kurikulum Merdeka secara optimal, serta adaptasi siswa terhadap pola pembelajaran yang menuntut kemandirian dan partisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana prasarana, dan kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri. Apabila hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi kurikulum jangka panjang karena mampu mengoptimalkan bakat peserta didik dan mendorong kontribusi mereka dalam berkarya bagi bangsa. Namun demikian, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan agar tujuan utama pendidikan tercapai. Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) in supporting sustainable learning oriented toward the future. The curriculum is designed to enhance students’ activeness and creativity by positioning them as the main subjects in the learning process, while teachers act as facilitators. Although it offers advantages over previous curricula—such as being simpler, more in-depth, effective, and interactive—its implementation in the field faces various challenges. The main challenge identified is the limited competence of teachers in understanding and applying the concepts of the Independent Curriculum optimally, as well as students’ adaptation to a learning pattern that requires independence and active participation. This research employs a qualitative approach with data collection methods including interviews and literature review. The analysis results indicate that the success of the Independent Curriculum largely depends on improving teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, and preparing students for independent learning. If these obstacles can be overcome, the Independent Curriculum has great potential to become a long-term curriculum because it optimizes students’ talents and encourages their contribution to national development. Nevertheless, every curriculum has its strengths and weaknesses; therefore, continuous evaluation and improvement are necessary to achieve the main goals of education.

Cite

CITATION STYLE

APA

Salsabila, A., Isti’anah, D., Sabrina, F., Zen, I. A., & Hati, R. P. (2024). TANTANGAN GURU DAN SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA YANG BERORIENTASI PADA MASA DEPAN. Jurnal Pendidikan Teknik Dan Vokasional, 7(1), 62–72. https://doi.org/10.21009/jptv.7.1.62

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free