Abstract
Kualitas air pada wadah pemeliharaan dan budidaya organisme laut merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. Mekanisme pemeliharaan dan kontrol kualitas air laut lebih kompleks dibandingkan dengan air tawar karena lebih rentan terhadap cemaran yang berasal dari sisa metabolisme atau sisa makanan. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan untuk melakukan manajemen kualitas air secara terkontrol sehingga lebih efisien. Pengembangan sistem monitoring kualitas air dapat dilakukan menggunakan mikrokontrol arduino yang dilengkapi dengan sensor suhu, DO (dissolved oxygen) dan salinitas. Ketiga parameter tersebut menjadi pembatas utama bagi kelangsungan hidup organisme air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat bekerja baik sesuai dengan perubahan kondisi parameter pengukuran dengan tingkat kesalahan 0,8-3,8%. Kebutuhan listriknya yang rendah (9 volt) memungkinkan variasi sumber energi yang dapat digunakan antara lain aliran listrik negara, generator, baterai, maupun sumber energi terbarukan seperti energi matahari atau energi angin. Meskipun demikian, keandalan sistem monitoring yang dibangun memerlukan validasi di lapangan sebelum diterapkan pada lingkungan yang sebenarnya.
Cite
CITATION STYLE
Susanto, A., Alimuddin, A., Herjayanto, Muh., Budiaji, W., & Fitria, N. (2020). Rancang Bangun Sistem Monitoring Kualitas Air untuk Pemeliharaan Organisme Laut. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika (JEPIN), 6(3), 386. https://doi.org/10.26418/jp.v6i3.42899
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.