Abstract
Nyeri persalinan dapat dikendalikan dengan melakukan dua metode yaitu farmakologis dan non farmakologis. Metode non farmakologis adalah metode penghilang rasa nyeri secara alami tanpa menggunakan obat-obat kimiawi caranya dengan melakukan teknik relaksasi, yang merupakan tindakan eksternal yang mempengaruhi respon internal individu terhadap nyeri. Manajemen nyeri dengan tindakan relaksasi mencakup relaksasi otot, nafas dalam, masase, meditasi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif. Penelitian Ini dilaksanakan di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar pada bulan April 2024 selama 6 hari dengan Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada 2 orang responden dengan kriteria: pasien inpartu kala 1 fase aktif, pasien dengan partus primigravida, pasien yang mengalami nyeri, pasien inpartu pertama dan pasien yang berusia 23 tahun pasien diberikan teknik relaksasi napas dalam 5 kali dalam sehari dengan durasi 30 menit. Instrumen yang digunakan lembar wawancara, lembar observasi, dan SOP Teknik relaksasi napas dalam. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat nyeri pada responden I dan II pada hari pertama responden I dan II mengalami nyeri sedang sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam tingkat nyeri menurun menjadi nyeri ringan. Setelah melakukan studi kasus, disimpulkan bahwa implementasi teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien inpartu kala 1 fase aktif.
Cite
CITATION STYLE
Kasim, E., Kadir, N., Limbong, M., & Hafida, E. (2025). Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam terhadap Respon Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Kala 1 Fase Aktif di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Kesehatan, 8(2), 198–205. https://doi.org/10.56467/jptk.v8i2.345
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.